Penyebab Kenapa Anus Berdarah

Anus yaitu saluran yang terhubung dengan komponen bawah usus besar. Saluran ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara feses sebelum dikeluarkan melalui anus. Perlu dikenal bahwa anus juga kerap kali berdarah.

Apabila Anda pernah mengalami situasi hal yang demikian secara tiba-tiba, dibutuhkan penanganan dengan pemeriksaan lebih lanjut. Pasalnya, anus yang berdarah bisa membuktikan penyakit serius pada cara pencernaan.

Konsultasi Ambeien Wasir

Online 24 Jam

Gejala lain yang menyertai anus berdarah

Munculnya darah dikala BAB yaitu ciri utama perdarahan pada anus. Penderita situasi ini biasanya mendapati darah yang keluar dari anus berwarna merah terang, merah gelap, hingga kehitaman atau disebut melena.

Perbedaan warna hal yang demikian bisa membantu memastikan dari mana perdarahan hal yang demikian berasal.

Darah yang berwarna terang biasanya membuktikan luka pada saluran cerna komponen bawah yaitu usus besar atau rektum. Darah yang berwarna merah gelap biasanya berasal dari perdarahan pada saluran cerna komponen atas yaitu lambung dan usus halus.

Kecuali itu, biasanya Anda akan menikmati nyeri di anus, mengeluarkan feses yang berwarna merah, merah marun, atau hitam, serta merasa pusing. Kadang-kadang seandainya perdarahannya lebih banyak, pasien bisa saja mengalami pingsan.

Jenis penyakit yang menyebabkan anus berdarah

Di bawah ini sejumlah situasi yang bisa menyebabkan anus mengalami perdarahan secara tiba-tiba.

1. Wasir
Wasir (ambeien) yaitu penyakit akibat pembengkakan pembuluh darah di komponen bawah rektum atau di sekitar anus.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri, iritasi, dan rasa gatal hebat di sekitar anus. Anda mungkin juga akan menikmati mulas yang disertai rasa sakit, serta feses yang keluar bukan dikala Anda buang air besar.

2. Tukak lambung
Anus yang berdarah secara tiba-tiba juga bisa membuktikan gangguan pada lambung. Tukak lambung yaitu luka pada dinding lambung yang diakibatkan oleh erosi dinding lambung dan infeksi bakteri H. pylori.

Penyakit ini ditandai dengan perubahan nafsu makan, mual dan muntah, tinja mengandung darah, serta gangguan pencernaan lainnya.

3. Divertikulitis (radang kantung usus besar)
Diverkulitis yaitu penyakit peradangan pada divertikula, yaitu sekumpulan kantung kecil yang terdapat di sepanjang usus besar. Gejalanya bisa berupa nyeri hebat pada perut, mual dan muntah, demam, terdapat darah pada tinja, serta rektum berdarah secara tiba-tiba.

Penyakit ini juga bisa berlanjut menjadi infeksi seandainya terdapat sisa-sisa makanan yang menutupi jalan masuk pada kumpulan kantung hal yang demikian.

Sayangnya, belum dikenal apa yang menjadi penyebab pasti divertikulitis selain elemen keturunan dan lingkungan yang diyakini bisa meningkatkan risikonya.

4. Fisura ani
Fisura ani yaitu situasi robeknya lapisan anus atau saluran di sekitarnya. Robekan ini bisa disebabkan oleh ambeien kronis, diare yang berlangsung lama, tradisi mengejan dikala feses keras atau berukuran besar, serta seks anal.

Sejumlah penyakit seperti radang usus besar, penyakit Crohn, infeksi menular seksual, dan kanker anus juga bisa meningkatkan risikonya.

Cara Mengobati BAB Darah

Lalu bagaimana cara mengobati BAB berdarah? Anda bisa konsultasikan segera dengan dokter. Seorang dokter biasanya menerapkan salah satu dari beberapa teknik untuk menghentikan perdarahan akut. Endoskopi seringkali dibuat alternatif utama untuk memastikan penyebab BAB disertai darah. Tidak jarang juga cara ini digunakan sekaligus untuk pemberian terapi atau pengobatan tertentu.

Cara lain yang bisa dikerjakan yaitu dengan merawat tempat pendarahan dengan arus listrik atau laser, atau memasang pita atau klip untuk menutup pembuluh darah. Apabila endoskopi tak bisa mengurangi pendarahan, dokter mungkin menerapkan angiografi untuk menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah untuk mengatur perdarahan.

Kecuali menghentikan pendarahan segera, seandainya perlu, pengobatan melibatkan memecahkan penyebab perdarahan agar tak kembali. Jenis perawatan akan bervariasi tergantung pada penyebabnya, seperti contohnya untuk mengobati infeksi bakteri H. pylori dokter menerapkan antibiotic, untuk mengobati kolitis, dokter memberi masukan obat penekan asam perut dan obat anti inflamasi. Pembedahan mungkin dibutuhkan untuk mengangkat polip atau komponen usus besar yang rusak akibat kanker, divertikulitis, atau penyakit radang usus.

Makanan untuk BAB Berdarah

Salah satu cara ampuh memecahkan BAB berdarah yaitu dengan makanan berserat. Makanan yang kaya serat dan bernutrisi bisa Anda konsumsi mencakup:

  • Buah-buahan seperti apel, pepaya dan buah bit.
  • Sayur-sayuran hijau
  • Biji chia
  • Tempe
  • Jahe
  • Salmon
  • Yogurt

Bagaimana Cara Pemesanannya?

Untuk lebih jelas mengenai cara pemesanan silahkan hubungi kami klik WA di bawah ini

Atau Hubungi Kami Langsung Via Telepon Di Nomor :
087736710838

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart