Obat Alami Ambeien Untuk Ibu Menyusui Tanpa Efek Samping

Mama Wajib Tahu, Begini Cara Mengatasi Ambeien setelah Melahirkan

Setelah berjuang melewati proses persalinan, rasa lega tentu akan langsung dirasakan oleh para mama baru. Namun ada beberapa masalah yang mungkin juga akan dialami, lho.Salah satunya adalah wasir atau ambeien setelah melahirkan. Salah satu tanda awal yang mungkin dialami oleh Mama adalah rasa nyeri saat buang air besar. Kondisi ini berlanjut pada munculnya bengkak di area anus.

Dalam beberapa kasus, masalah ambeien setelah melahirkan juga bisa menimbulkan gejala lain berupa rasa gatal dan bahkan berdarah saat buang air besar.Bergantung dari ukuran pembengkakan, lokasi serta tingkat keparahannya, ambeien bisa sembuh dengan sendirinya. Namun apabila ambeien sudah menjadi semakin bengkak dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Konsultasi Ambeien Wasir

Online 24 Jam

Namun selain dengan cara berobat ke dokter, ada juga beberapa cara rumahan yang bisa Mama coba lakukan untuk mengatasi ambeien setelah melahirkan. BerikutĀ  rangkum informasinya dari berbagai sumber untuk Mama:

1. Hindari mengejan berlebihan
Saat buang air besar, wajar jika Mama akan mengejan dengan cara memberi tekanan lebih besar di area anus. Namun jika dilakukan secara berlebihan dan tidak hati-hati, kebiasaan ini juga bisa membuat ambeien semakin parah.Supaya hal ini tidak sampai terjadi, cobalah lebih berhati-hat saat mendorong, mengejan, atau membungkuk ketika duduk di toilet. Lakukan secara perlahan dan biarkan gravitasi membantu Mama menyelesaikan proses buang air besar secara alami.
Ingat, hindari juga untuk duduk di toilet terlalu lama. Aliran darah yang tidak lancar di area anus akan membuat ambeien juga terasa semakin nyeri.

2. Perbanyak konsumsi serat
Dilansir Healthline, jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan konsumsi serat dalam menu makanan sehari-hari. Cukup serat dapat membantu melunakkan tinja dan membuatnya lebih lancar saat proses buang air besar.Ya, diet tinggi serat dapat membantu mengobati dan mencegah sembelit, yang seringkali dapat membuat ambeien bertambah parah. Makanan berserat tinggi termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.Selain itu, jangan lupa untuk banyak minum air putih. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik juga dapat membantu mengatasi dan mencegah ambeien berkembang semakin parah.

Ambeien atau wasir memang tidak mematikan, namun penyakit yang satu ini jelas akan membuat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Penerita wasir akan kesulitan saat duduk atau melakukan aktivitas lainnya. Belum lagi jika hendak buang air besar, akan terasa sakit di area anus. Bahkan, terkadang ada bercak darah yang keluar bersamaan feses. Hal ini terjadi karena adanya pembuluh darah yang meradang dan bengkak di sekitar anus atau di rektum bawah. Dilansir dari Medical News Today, ada dua jenis wasir, yaitu: wasir luar yang terbentuk di bawah kulit dekat anus dan wasir internal yang terbentuk di anus dan lapisan rektal bawah. Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK), sekitar 50% orang dewasa di atas usia 50 tahun akan menderita wasir di beberapa titik. Kerentanan terkena ambeien ini seharusnya menjadi renungan untuk lebih berhati-hati dengan mencegahnya lewat makanan pilihan dan pola hidup yang sehat. Menurut penelitian, makanan yang berserat tinggi dan rendah lemak, seringkali dapat mengurangi atau mencegah gejala wasir.

Mengapa makanan berserat tinggi bisa mencegah wasir? Ini disebabkan oleh serat yang dapat meningkatkan berat tinja, serta mengurangi waktu yang dihabiskan tinja di usus besar (waktu transit usus besar). Serat juga dapat meningkatkan retensi air di usus besar, menghasilkan tinja yang lebih lembut dan lebih mudah keluar. Selain itu, serat menurunkan tingkat pH di usus besar, yang juga mengurangi waktu transit usus besar, atau waktu yang dibutuhkan makanan untuk melewati usus besar. Berdasarkan Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2015-2020, setiap orang harus berusaha mendapatkan 14 gram (g) serat untuk setiap 1.000 kalori yang dikonsumsi.

Berikut rekomendasi makanan berserat untuk mencegah gejala ambeien atau wasir:

1. Apel Berdasarkan artikel yang terbit pada tahun 2020, apel adalah sumber serat makanan yang bagus. Apel berukuran sedang dan kulitnya mengandung sekitar 4,4 g serat, hal inilah yang menjadikan apel salah satu buah paling kaya serat. Serat tidak larut yang ditemukan di kulit apel tidak rusak selama proses pencernaan dan membantu sebagai efek pencahar.
2. Pir Buah Pir mengandung serat yang tinggi dan senyawa lain yang dapat bermanfaat bagi penderita wasir. Buah pir dengan kulitnya mungkin mengandung sekitar 6 g serat. Buah pir juga mengandung fruktosa yang berfungsi sebagai pencahar alami.
3. Jagung Satu cangkir jagung manis masak mengandung sekitar 4,2 g serat. Banyak pula orang yang telah menggunakan jagung sebagai obat untuk wasir sejak zaman kuno. Selain serat, jagung juga mengandung antioksidan kuat yang mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas dan senyawa lain yang dapat membantu mengurangi nyeri.
4. Lentil Kacang-kacangan, seperti lentil, buncis, kacang lima, dan kacang polong, adalah beberapa sumber serat terbaik di luar sana. Satu cangkir lentil yang dimasak mengandung sekitar 15,6 g serat. Dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lentil hijau menyebabkan peningkatan berat tinja yang signifikan dan mengurangi waktu yang dihabiskannya di usus besar.

5. Roti Gandum Roti gandum yang tidak diproses atau diproses sedikit tentu kaya akan serat tidak larut, yang meningkatkan berat feses dan waktu transit usus besar.
6. Berries Buah beri, seperti raspberry, blackberry, dan stroberi, memiliki rasio kulit-ke-daging yang tinggi, artinya mengandung banyak serat per porsi. Buah-buahan jenis beri juga mengandung banyak air, yang membantu melunakkan tinja dan menjaga sistem pencernaan tetap lancar. Lalu, buah beri juga mengandung fruktosa, yang memiliki efek pencahar alami. Di Indonesia mungkin anda akan lebih sering menemui stoberi yang mengandung 2 gram serat di setiap 100 gramnya.
7. Ubi jalar dan kentang Satu ubi jalar panggang ukuran sedang dengan kulitnya mengandung 3,8 g serat. Satu kentang ukuran sedang yang juga dibakar dengan kulitnya mengandung sekitar 3,6 gram serat. Kentang dan ubi jalar memang mengandung serat larut dan tidak larut. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa serat dari ubi jalar juga memiliki efek pencahar yang lebih kuat dibandingkan sayuran lainnya. Ubi jalar ini juga begitu melimpah dapat kita temui di pasar tradisional Indonesia.

8. Brokoli Satu mangkuk brokoli rebus mengandung sekitar 5,1 g serat. Selain itu, brokoli juga mengandung senyawa yang disebut sulforaphane, yang dapat membantu meningkatkan proses pencernaan dan melindungi usus. Dalam sebuah studi tahun 2017, makan 20 g brokoli mentah setiap hari selama 4 minggu dapat meredakan gejala sembelit, menyebabkan buang air besar lebih cepat, mengurangi risiko mengejan.
9. Tomat Tomat mengandung serat dan air, yang dapat meredakan sembelit dan memudahkan buang air besar. Tomat juga mengandung naringenin, antioksidan alami yang terbukti memiliki efek pencahar pada beberapa bentuk sembelit.
10. Jeruk Kulit bagian dalam yang menutupi daging buah jeruk mengandung banyak serat. Seperti tomat, buah jeruk juga mengandung naringenin, senyawa yang memiliki efek pencahar yang baik untuk pencernaan. Jeruk juga mengandung banyak air, yang membantu meringankan sembelit dan melunakkan tinja.
11. Kiwi Menurut FoodData Central, 100 gram buah Kiwi mengandung sekitar 3 gram serat dan banyak air. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi buah kiwi dapat bertindak sebagai pencahar, meningkatkan frekuensi dan kemudahan feses keluar, dan meningkatkan massa tinja, yang mengurangi waktu transit usus besar. Buah kiwi juga mengandung enzim zyactinase, yang juga dapat membantu meringankan sembelit dengan meningkatkan pencernaan.
12. Kacang Seperti kacang polong dan kacang-kacangan lainnya, kacang kering memiliki kandungan serat yang sangat tinggi. Selain menghindari ambeien dengan memakan makanan yang tinggi serat, anda juga dapat menghindarinya dengan mengurangi makanan yang kaya lemak, gula, atau karbohidrat olahan. Makanan atau minuman yang sebaiknya anda hindari, di antaranya: makanan yang digoreng dan asin, keripik dan makanan ringan kemasan lainnya, produk susu berlemak penuh, serta makanan olahan.. Selain itu, kurangi juga daging merah, permen dan coklat, soda, minuman olahraga, minuman energi, dan kopi dengan tambahan susu, gula, atau krim, alkohol, dan asupan kafein yang berlebihan.

Bagaimana Cara Pemesanannya?

Untuk lebih jelas mengenai cara pemesanan silahkan hubungi kami klik WA di bawah ini

Atau Hubungi Kami Langsung Via Telepon Di Nomor :
087736710838
*) Bisa COD (bayar saat barang sampai)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart